07 Jul
Kembali ke Herbalife
Share

Herbalife adalah produk herbal internasional yang sudah saya kenal sejak tahun 2008. Meskipun hanya beberapa bulan, saya sudah pernah mengkonsumsinya dan berhasil menurunkan berat badan pada saat itu, sekitar 85kg. Karena banyak hal, konsumsi tidak diteruskan. Tentu saja saya tidak bisa merasakan manfaat Herbalife secara berlanjut

Sepanjang mengalami masa obesitas yang berlebihan, asam urat saya biasanya pada angka 11 dan kolesterol di angka lebih dari 300. Kedua penyakit itu jika kumat secara bersamaan akan mengakibatkan gangguan aktifitas fisik utamanya pada kaki. Kaki bengkak di pergelangan dan sakit jika dipakai untuk berjalan kaki. Sakit semakin parah jika salah asupan makanan.

Sampai saat saya pulang ke rumah hari Jumat minggu lalu, istri tanpa diduga-duga merekomendasikan Herbalife sebagai solusi bagi kesehatan saya. Berdasarkan pengamatan istri saya, teman sekantor yang telah terlebih dahulu mengkonsumsi Herbalife menunjukkan hasil yang positif, secara tampak lingkar perutnya sudah berkurang. Berkurangnya ukuran lingkar perut diyakini berbanding lurus dengan membaiknya kondisi kesehatan.

Meskipun sempat menolak permintaan istri secara lisan, dalam hati saya meyakini bahwa apa yang dikatakan istri adalah kebaikan bagi saya. Sebagai bentuk keyakinan saya pada kebaikan pendapat istri, hari Sabtu, 30 Juni 2012 saya menghubungi mbak Puspita, sejawat di Bea dan Cukai, yang sudah saya ketahui sejak lama bahwa beliau adalah member di Herbalife. Nomor handphone mbak Puspita saya dapatkan dari situs nya dan setelah bertukar PIN BBM, kami intens berkomunikasi mengenai produk dan peluang bisnis Herbalife.

Pada hari itu tanpa sengaja saya juga bertemu dengan SPG Herbalife di ITC Cempaka Mas Mega Grosir. Saya sempat cek kondisi tubuh dengan timbangan khusus dan berdiskusi di kios yang bersangkutan. Diskusi tersebut menguatkan niat saya untuk bergabung dengan Herbalife, namun pada saat yang sama, saya ragu dalam memilih jaringan. Ragu memilihi apakah langsung bergabung disitu atau bergabung dengan mbak Puspita di Surabaya. Akhirnya, pembicaraan berakhir tanpa keputusan bergabung.

Akhirnya saya memutuskan bergabung dengan jaringan mbak Puspita pada Senin, 2 Juli 2012. Saat pertama bergabung, mbak Puspita mengambil gambar tubuh saya dengan Blackberry nya dan menimbang badan saya dengan timbangan khusus seperti yang ada di Cempaka Mas. Hasilnya seperti ini:

  1. Tinggi badan 167cm, berat badan 120,5kg.
  2. Ukuran lingkar dada 125cm, pinggang 133cm, pinggul 131cm, paha 59cm, lengan 42cm.
  3. Lemak tubuh 40,6%, yang menunjukan persentase berat lemak total dalam tubuh terhadap berat badan. Ukuran normal untuk pria usia di atas 30 tahun adalah 23%.
  4. Kadar air dalam tubuh 43,5%, ukuran normal untuk pria adalah 50% - 60%.
  5. Massa otot 67,9 dengan physique rating 3 yang artinya Gemuk Berotot (kadar lemak dan massa otot sama-sama tinggi).
  6. Usia Sel 66 tahun.
  7. Kepadatan tulang 3,7kg. Ukuran normal bagi Pria di atas 95kg adalah 3,29kg.
  8. Kadar lemak perut skala 22. Ukuran normal 1-5. Kadar lemak perut ini menggambarkan lemak yang mengelilingi organ tubuh seperti hati, perut, jantung dll.

Dengan kondisi seperti tersebut di atas, mbak Puspita memberikan tantangan kepada saya untuk mengikuti Weight Lost Challenge (WLC) di Herbalife Bintoro. Tantangannya adalah mendapatkan prosentase penurunan berat badan setinggi mungkin dalam satu bulan sejak tanggal pendaftaran. Saya mendaftar pada hari Selasa, 3 Juli 2012, hasil pengukuran ulang di Herbalife Bintoro tidak jauh berbeda dengan pengukuran hari sebelumnya.

Semoga saya bisa menyelesaikan tantangan di WLC dengan hasil terbaik.

Berlangganan Email


Website Designed and Maintained by MdHugoL.Com

--- All In One IT Solution For Your Business ---