Written by Agus KuncoroPDF Pdf Print Print Email Email
Krisis keuangan global yang terjadi di Amerika Serikat telah membuka banyak hal yang selama ini belum diketahui khalayak, salah satunya adalah terkuaknya skema ponzi yang dilakukan oleh salah seorang pimpinan lembaga keuangan swasta Internasional. Di tengah banyaknya bisnis yang ditawarkan melalui internet, bukan tidak mungkin beberapa diantaranya menjalankan skema ponzi dan kita tanpa sadar menjadi bagian dari jaringan tersebut.

Skema ponzi adalah investasi bodong yang menawarkan keuntungan sangat tinggi dengan memanfaatkan dana investor lain. Menurut saya, konsep skema ponzi tidak hanya ada di dunia investasi, namun melekat juga pada bisnis yang dijalankan dengan sistem jaringan. Salah satu ciri bisnis jaringan adalah adanya keuntungan yang diberikan kepada member yang lebih awal bergabung dari aktifitas member yang bergabung belakangan, baik aktifitas mengembangkan jaringan maupun aktifikas menjual produk.

Selaku pelaku jaringan, kita harus memahami karakteristik bisnis jaringan, agar dapat terhindar dari jaringan yang menjalankan skema ponzi. Saya membedakan arus uang dalam sebuah jaringan dalam dua bentuk, yaitu arus uang internal dan arus uang ekseternal. Arus uang internal adalah uang yang beredar diantara member dan pengelola jaringan. Yang termasuk arus uang internal adalah uang pendaftaran member baru dan pembayaran bonus kepada member-member lama. Arus uang eksternal adalah uang yang masuk dan ke luar pada sebuah jaringan. Arus masuk adalah hasil dari penjualan sebuah produk dan arus keluar adalah pembelian produk kepada pemasok. Jaringan yang memiliki arus uang internal dan eksternal yang baik, akan terhidar dari efek negatif skema ponzi.

Arus Uang Internal
Arus uang internal adalah sumber pendanaan yang sangat diandalkan oleh pengelola jaringan, karena semakin banyak arus uang internal berarti semakin banyak member dalam jaringan. Semakin banyak member dalam jaringan, semakin besar potensi penjualan yang dihasilkan. Seperti saya uraikan di atas, arus uang internal berasal dari uang pendaftaran member baru. Uang pendaftaran ini bisa dipungut secara langsung maupun tidak langsung. Pemungutan uang pendaftaran secara tidak langsung dilakukan dengan cara mewajibkan member baru melakukan pembelian produk dalam jumlah tertentu sebagai syarat keanggotaan. Contoh jaringan yang memungut uang pendaftaran secara langsung adalah bonuspulsa.com sebesar Rp 69.000 dan contoh jaringan yang memungut uang pendaftaran secara tidaki langsung adalah GnE yang menyaratkan pembelian 3 paket biofir @ Rp 990.000 untuk menjadi franchise. Uang pendaftaran tersebut oleh pengelola jaringan digunakan untuk membayar bonus kepada sponsor, para upline dan operasional pengelola jaringan.

Arus Uang Eksternal
Arus uang eksternal adalah arus uang masuk ke dan keluar dari dalam sebuah jaringan. Agar tercipta arus uang eksternal, sebuah jaringan harus mempunyai produk yang dapat dijual baik kepada member maupun pihak lain. Konsumsi sendiri oleh member termasuk dalam pengertian penjualan. Jaringan yang baik, akan memberikan kesempatan margin keuntungan kepada member yang menjual lebih tinggi dibandingkan dengan akumulasi bonus yang dinikmati oleh para upline maupun margin pengelola jaringan. Saya akan memberikan contoh konkrit yang terjadi di bonuspulsa.com. Harga jual pulsa dari bonuspulsa.com kepada member nya adalah harga beli dari distributor ditambah Rp 300 (akumulasi bonus transaksi untuk 10 level ke atas) ditambah Rp 300 (margin untuk operasional bonuspulsa.com, angka ini mungkin salah, karena hanya prediksi saya saja). Member bonuspulsa.com apabila melakukan transaksi isi ulang pulsa akan mempunyai kesempatan menikmati kehematan (apabila untuk pemakaian sendiri) atau keuntungan (apabila dijual lagi) sekurang-kurangnya Rp 1000. Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa member yang bertransaksi menikmati keuntungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan bonus yang dibayarkan kepada para upline nya. Ini artinya, bonuspulsa.com tidak menawarkan investasi bodong sebagaimana yang ada pada jaringan yang menjalankan skema ponzi.
Contoh lain jaringan yang tidak menawarkan investasi bodong adalah penjualan biofir dari GnE. Dari harga jual retail Rp 1.290.000, 23% merupakan keuntungan langsung member yang melakukan penjualan, 18% merupakan komisi yang dibagikan kepada 10 level upline dan sisanya merupakan bagian dari harga pokok dan keuntungan pengelola jaringan.

Dengan cara yang sederhana, potensi skema ponzi dalam sebuah jaringan dapat di deteksi apabila :
  • Terdapat sebuah jaringan yang menjanjikan keuntungan TANPA merekrut member baru; atau
  • Terdapat sebuah jaringan yang menjanjikan keuntungan dengan merekrut member baru namun TANPA menjual produk; atau
  • Terdapat sebuah jaringan yang menjanjikan keuntungan dengan merekrut member baru dan menjual produk namun keuntungan dari penjualan produk relatif kecil.

Anda penasaran dengan jaringan yang sedang Anda ikuti? Klik disini untuk memberi kesempatan kepada saya berkomentar terhadap jaringan tersebut.

Ditulis di Jakarta pada tanggal 20 Desember 2008 sebagai rangkaian tulisa tentang Internet Marketing di http://www.guskun.com
 
Banner